12 September 2017

Perjalanan



Tadi pagi mas Ridlo, suamiku mengingatkan, " Hayoo.. sudah hari apa sekarang ? Sudah Selasa lagi kan, nggak terasa.. !" 
Tuh kan.. Akhirnya lewat sudah satu minggu dari rencana semula untuk mengurus surat bebas narkoba dan untuk keperluan NIDN. Ceritanya, Alhamdulillah daku dapat panggilan untuk menjadi dosen tetap di satu universitas swasta. Salah satu persyaratannya adalah mengurus surat-surat tersebut. Yah.. itulah.. alasan selalu benar, kesibukan selalu ada.. 😁😁 sampai akhirnya dari rencana awal untuk mengurus surat-surat itu, molornya sampai 7 hari kemudian !
" Hari ini deh, kalo enggak nanti tiba-tiba sudah Selasa lagi, hehe.. " seloroh mas Ridlo.
" Anterin yaa.. "
" Okey, tapi pagi yaa, "
Aku setuju. Memang harus pagi, kalau tidak nanti akan terlalu panjang antrian disana. Dan senang sekali mas Ridlo tercinta mau meluangkan waktunya setengah hari ini untuk mengantarku. " Kalo diatas jam 14.00 nanti Mas sudah ada janjian, jadi bagus banget kalau bisa selesai sebelum Dzuhur, "

Bismillahirrahmanirrahiim.. akhirnya pk. 08.00 pagi meluncurlah kami ke RS Fatmawati, RSUD terdekat yang diberi kewenangan pemerintah untuk mengeluarkan medical check up dan rekomendasi bebas narkoba untuk NIDN. Sesampainya disana, setelah mengisi form dan membayar biayanya, kami diminta masuk ke ruangan dalam untuk kemudian mengantri mengikuti rangkaian pemeriksaan pada ruangan yang berbeda-beda. Mulai dari mengukur TB & BB, cek darah, cek urine, rontgen, pemeriksaan kesehatan secara umum, hingga akhirnya tibalah pada 2 sesi akhir yaitu wawancara dengan dokter psikiater dan kemudian mengikuti semacam psikotest mental/rohani - demikian istilahnya. Menurutku, 2 sesi ini yang paling menarik, juga cukup lama antriannya. Satu persatu peserta memasuki ruangan dokter untuk mengikuti wawancara.

Ternyata yang bertugas pagi ini adalah Dokter Ika. Psikiater yang cantik, tinggi semampai, berhijab syar'i dengan pilihan busana warna pastel bernuansa pink dan hijau tosca itu mempersilakanku memasuki ruangannya sambil tersenyum.
" Silakan bu, "
Percakapan mengalir, senang sekali ngobrol dengan Dokter Ika. Beliau lulusan FKUI 5 tahun diatasku, usianya kira-kira sekitar 47-48 tahun, tapi masih nampak awet muda. Kulitnya putih bersih nyaris tanpa riasan, dan senyumnya lembut sekali. Selain di RS Fatmawati, beliau juga bertugas di RS Dharmawangsa, Kebayoran Baru - JakSel. Apa saja yang diperbincangkan ? Awalnya membahas identitas pribadi, latar belakang keluarga, pendidikan, keluarga : suami, anak-anak, hal-hal yang disukai, pengalaman yang menyenangkan, cita-cita yang ingin diraih, juga pencapaian apa yang sudah diraih. Waah.. tentunya aku punya banyak cerita tentang itu ! hehe...
Bercerita tentang keseharianku, tidak bisa lepas dari cerita tentang sekolah kecilku dan juga aktivitasku di KoCAk bersama rekan-rekan relawan yang menyenangkan dan kocak-kocak 😃 Dan mengakhiri sesi bersama Dokter Ika, beliau memintaku menggambar di selembar kertas, yang mana di dalam gambar tsb mencakup 3 hal yaitu : orang, rumah dan pohon - serta 1 buah gambar benda atau apapun yang mungkin akhir-akhir ini sedang aku inginkan, atau aku cita-citakan. Jadilah aku menggambar pemandangan lengkap dengan gunung, matahari, jalan, orang, rumah dan pohon.

Dokter Ika bertanya.. mana yang paling kuanggap penting dari gambar tersebut, dan kenapa ?
1. Orang/manusia
Aku menggambar seorang ibu menggandeng anaknya sedang bermain di pinggir kolam yang berisi bebek-bebek berenang. di tangan si anak terdapat 2 buah balon.
Dimanapun kita berada, jauh ataupun dekat dengan rumah, keluarga harus dekat di hati. Jarak tidak akan dapat menghalangi kedekatan itu, karena kita selalu bisa memeluk suami, anak-anak dengan doa yang diucapkan dengan penuh cinta.
2. Rumah
Aku menggambar rumah dengan letak yang berada di seberang jalan dengan gambar orang. Artinya nih menurutku, rumah akan selalu menjadi tempat pulang yang dirindukan. Sesibuk apapun, kemanapun kita pergi, akhirnya kita akan selalu teringat untuk pulang ke rumah.
3. Pohon
Pohon kugambarkan ada disebelah rumah. Pohon jeruk yang berbuah, filosofisnya sih maunya.. rumah yang tenang, dikelilingi pepohonan.. jika ternyata pohonnya berbuah, itu rezeki buat penghuni rumahnya. Alhamdulillaah 💚💛💜

Satu gambar bebas lagi yang kupilih.. adalah gambar Masjid Al Aqsha.

Related image

Entah kenapa akhir-akhir ini keinginanku begitu besar untuk bisa kesana..
Sungguh mungkin bukan perjalanan yang menyenangkan, tapi perjalanan yang harus betul-betul diusahakan dari segi dana, harus yakin sehat dan punya waktu luang.. Tapi tetap harus yakin dan optimis, apalagi jika merenungi nukilan hadits riwayat Shahih Bukhari yang daku kutip dari artikel ini yaitu :
“la tasyaddurrahalu illa ilaa tsalatsah masaajid, Almasjidil haram, wa masjidirrasul shallallahu a’laihi wasallam, walmasjidil Aqsha” 
Jangan berusaha untuk mengadakan perjalanan atau memaksakan diri untuk mencapai kecuali 3 tempat yaitu Masjidil Haram, Masjidinnabiy dan Masjidil Aqsa. 

Maksud hadits tersebut bukanlah larangan untuk pergi ke masjid lain atau ke tempat lain tapi hadits ini dijelaskan oleh Al Imam Ibn Hajar Al Asqalani di dalam Fathul Baari bisyarah Shahih Bukhari makna hadits ini adalah tasyjii’ wattarghib, laysa littahrim. Makna hadits ini bukan berarti seseorang itu haram pergi ke masjid lainnya akan tetapi memberikan semangat dari Rasulullah SAW, tidak ada tempat yang lebih baik dari dituju di muka bumi melebihi Masjidil Haram, Masjid Nabawiy dan Masjid Al Aqsa. 3 tempat termulia yang ada di muka bumi.
Jika diberikan keluangan rezeki, waktu, kesehatan.. insyaaAlloh kuat keinginan untuk membawa keluarga kesana.. Tak ada yang tidak mungkin.. Semoga Alloh SWT memudahkan yaa suatu hari nanti bisa menginjakkan kaki di bumi Palestina.. aamiin Yaa Rabb

Waah.. jadi nyerocos deh di depan Dokter Ika.. Duuh jadi malu.. Eh, tapi.. cerita saya yang terakhir ini ternyata membuat beliau terdiam beberapa saat..

" Ya bu, saya juga ingin kesana.. beberapa bulan lalu kakak saya berkesempatan ziarah ke Aqsha.. luarbiasa ceritanya, saya sampai menangis dengar cerita kakak saya.. dan kondisi masyarakat disana memang sedang sulit.., "
Suara Dokter Ika terdengar lirih. Wah Dok, kita ternyata sama-sama punya keinginan yang sama ingin melakukan perjalanan yang sama.. MasyaaAlloh..
Tak terduga hikmahNYA, rupanya Alloh SWT mempertemukan dua manusia dengan keinginan yang sama, pada suatu hari, di suatu tempat yang tidak terduga. Terimakasih Dok 😊 Kami berjabat tangan dan saling melontarkan senyum.

 

Selesai sesi Dokter Ika selanjutnya saya harus mengikuti test tertulis, semacam psikotest mental/rohani. Soalnya ada sekitar 336 buah berisikan uraian apa pendapat kita tentang berbagai hal.
Keseharian, minat, pendapat pribadi, yang kesemuanya berkaitan dengan karakter kita. Kira-kira pendekatan secara psikologis. Sesudah menyelesaikan test tersebut, maka selesailah rangkaian medcheck hari ini. " Hasilnya minimal 5 hari kerja yaa bu, " demikian penjelasan Ibu admin yang baikhati di frontdesk. Terimakasih bu 😍

Ringan langkah kaki ini keluar dari gedung medcheck rumah sakit. Dari kejauhan tampak samar-samar bayangan pria tercintaku, berkemeja biru duduk menanti di coffee shop tak jauh dari pintu keluar RS. Aku tersenyum menghampirinya. " Udah, yuuk, "

Alhamdulillahirabbil'alamiin.. kami pun meninggalkan halaman RS. Perjalanan pulang yang lancar, jalan tol hari ini lumayan lengang. Aah.. lagi-lagi kita harus menempuh perjalanan. Setiap hari. Panjang atau pendek jarak yang kita tempuh, tetap ada perjalanan yang kita tempuh. Bersyukur Dia telah titipkan diriku pada suami tercinta, teman hidup untuk mengarungi perjalanan yang begitu berharga : “Fabiayyi 'aalaa'i Rabbikumaa Tukadzdzibaan” 
Semoga perjalanan kami terus hingga ke JannahNya.. Aamiin Yaa Rabb..








Tidak ada komentar: