10 September 2017

Magnet


Sahabat, pernahkah merasakan hari-hari yang sepertinya begitu berat, hingga tanpa sadar kita merasa lebih lelah dari biasanya ?
Pikiran rasanya tersita oleh satu persoalan yang itu itu saja, tapi gundah karena tak bisa berbuat sesuatu. Keingintahuan begitu besar seiring harapan adanya jalan keluar yang terbaik.. tapi hanya bisa melihat, menanti, tak berdaya untuk berbuat banyak.. sementara ini baru bisa melakukan sedikit hal yang belumlah merupakan solusi terbaik, sehingga pikiran lagi-lagi terus mengarah kepada persoalan itu.. lagi.. dan lagi..
Yah.. Rasanya perasaan itu yang menjangkitiku beberapa waktu ini.

Hampir 3 minggu lamanya baru bisa menatap nanar dengan perasaan berkecamuk pada berita-berita tragedy kemanusiaan etnis Rohingya di Myanmar.. Dan bersamaan dengan itu seolah di benak ini terngiang-ngiang.. apa yang bisa dilakukan untuk Rohingya ? Tentu saja tidak bisa suatu aksi heroik nan bombastis, dan persoalan ini pasti tidak begitu saja selesai dalam hitungan beberapa tahun. Bisa jadi butuh satu dasawarsa, bahkan lebih untuk mengembalikan keamanan umat muslim disana.
Tapi sekedar 'sesuatu' yang pasti bisa dilakukan bersama.

Berbagai berita bagai sambung menyambung di media. Sosmed pun penuh like and share aneka foto dan postingan yang menyayat hati.. Orang-orang yang peduli mulai bergerak menyuarakan dukungan #SaveMoslemRohingya. Semua seolah bersepakat tanpa sebelumnya terikat perjanjian. Dan banyak yang tak ingin ketinggalan.

Seperti gambar ini yang seolah bercerita lebih banyak dari yang terlihat. Kisah tentang Erkan Ayhan, seorang warga di propinsi Kocaeli, Turki. Sebagaimana layaknya kepala keluarga yang setiap hari wajib berikhtiar menafkahi keluarganya, sehari-hari ia berjualan roti khas Turki yang berbentuk lingkaran dan bertabur wijen. Beberapa hari ini, seperti biasa ia tetap berjualan, namun ia mengenakan kaos bertuliskan kalimat-kalimat yang disablonnya sendiri :

Dunia Kejam, Arakan (Rakhine, Rohingya) Menderita. Tapi Kalian Masih Terdiam !


Sebuah status yang viral di beranda FaceBook Ustadz Azzam Mujahid Izzulhaq, bercerita tentang kisah yang mengharukan. Ayhan mendonasikan seluruh penjualannya selama 2 hari berjualan untuk menyumbang saudara-saudara muslim di Rohingya. Penghasilannya sebesar 147 Turkish Lira / USD 43/ Rp. 567.000 - seluruhnya diserahkan sebagai donasi. Kesedihan dan keprihatinannya begitu besar, seiring dengan rasa percaya diri dan ketaqwaannya.. "Allah SWT yang akan mencukupkan rezeki keluarga saya,"
Masyaa Alloh.. Dan itu baru cerita tentang seorang Erkan Ayhan dari Turki. Di dunia Internasional, gelombang unjuk rasa memprotes pemerintah Myanmar dan junta militernya terus bergelora. Negara-negara Asia dan Eropa semua menyerukan #SaveRohingya. Demikian juga di Indonesia.

Grup whatsapp Majelis Taklim teman2 SMP dan SMAku pun tak berdiam diri. Kebetulan mendekati jadwal rutin kajian bulanan, hari Ahad 10 September 2017. Teman-teman memberi ide dan sepakat itu merupakan saat yang tepat untuk menyerahkan donasi #SaveRohingya pada salah satu lembaga kemanusiaan yang kita percayai bersama. Hanya ada waktu 7 hari sebelum jadwal kajian tersebut.. Waktu yang teramat singkat untuk membayangkan nominal puluhan juta dapat terkumpul dalam waktu 7 hari saja.

Hari ke-5, Jumat pagi, donasi merambat ke angka Rp.10.000.000. Kami masih pantang menyerah.. tapi penyerahan donasi harus dipersiapkan. Moment terbaik harus didokumentasikan sebagai upaya pertanggungjawaban awal terhadap donatur yang telah percaya menitipkan donasinya pada Majelis Taklim Mudzaakarotul Ikhwaan (MTMI). Jumat sore, mock up tanda serah terima sudah harus naik cetak.. Bismillah, kami sepakat mencetak mock up dengan nominal donasi yang tertera sebesar Rp. 12.000.000.



Namun.. Allah SWT memang Maha Kaya dan Maha Pemurah, Pengasih dan Penyayang..
Donasi terus bergulir hingga pada hari Ahad/Minggu 10 September 2017, total donasi #SaveRohingya yang masuk ke rekening MTMI berjumlah Rp. 20.000.000an.. dan jumlah ini bisa dipastikan belumlah merupakan jumlah final, karena ada beberapa rekan yang masih bertanya-tanya tentang gerakan donasi yang kami lakukan.


Alhamdulillahirabbil'alamiin..
Sungguh suatu energi luar biasa yang mengalir, merasuk dan mewarnai setiap insan, hingga semua seolah memiliki kedekatan batin terhadap saudara-saudara muslim Rohingya. Tak ada yang menggerakkan, tak ada yang mampu membayar ghirah yang tak terbayangkan bisa menjadi rasa kebersamaan yang begitu besar.
Tua, muda, lintas negara, lintas agama, tiada terbatas oleh ruang dan waktu jika rasa kemanusiaan dan belas kasihan menjadi penghubungnya. Sebagaimana untaian hadits yang menyebutkan :

“Seorang mukmin terhadap mukmin (lainnya) bagaikan satu bangunan, satu sama lain saling menguatkan.” (HR. Al Bukhari dan Muslim).

“Perumpamaan orang-orang beriman dalam hal saling mencintai, mengasihi, dan saling berempati bagaikan satu tubuh. Jika salah satu anggotanya merasakan sakit maka seluruh tubuh turut merasakannya dengan berjaga dan merasakan demam.” (HR. Muslim)

Rasulullah saw pernah ditanya oleh seorang sahabat, “Wahai Rasulullah kabarkanlah kepadaku amal yang dapat memasukkan aku ke surga”.
Rasulullah menjawab; “Engkau menyembah Allah, jangan menyekutukan-Nya dengan segala sesuatu, engkau dirikan shalat, tunaikan zakat dan engkau menyambung silaturahmi”. (HR. Bukhari)

Dari Hudzaifah Bin Yaman ra. berkata, Rasulullah saw. bersabda, ”Siapa yang tidak ihtimam (peduli) terhadap urusan umat Islam, maka bukan termasuk golongan mereka.” (HR. At Tabrani) 

--------

Demikianlah..
Magnet itu, adalah Rohingya...
Ibarat kutub magnet positif dan negatif yang saling tarik menarik.. semakin berbeda namun semakin terpaut, semakin lekat menuju kekuatan yang sesungguhnya tak terkalahkan. Hanya saja magnet itu masih perlu memastikan, memilah kutub-kutubnya benar-benar kutub yang sama kuat menuju tujuan : kemaslahatan umat manusia tanpa membedakan suku ras agama..
Kemaslahatan yang bukan sekedar ketentraman, kenyamanan dan keamanan, tapi kemaslahatan yang berwujudkan Rahmatan lil'alamin...
Allohul Musta'an.. aamiin Yaa Rabb..

Tidak ada komentar: