22 Maret 2010

Bertemu seorang Muhammad Harun Al Rasyid ! :-)

Hari ini daku sedikit heran..
Lho kok mbak Vera add aku lagi di fb ? Bukannya kita sudah lama berteman ?
iyaa..
secara kita crossline yang kompak di AVAIL
malahan belio termasuk anggota AEG Jakarta Barat yang sangat kooperatif !
Wow..
ternyata account fb belio hilang mendadak..

Haduuh..
kalo gak punya back upnya.. lumayan miris juga ya.. secara daku suka juga bikin note di fb..
pokoknya kalo lagi pengen nulis, ya nulis..
naah..
makanya.. aku coppaste di sini yaa.. biar ada back up'nya !
juga siapa tau kawan2 blogger berkenan membaca :)
Mungkin akan ada beberapa kawan yang baru pertama kali baca note ini yaa..
Okeey...
nah, ini dia catatannya, hasil coppaste dari fb :)
Oleh-oleh Umroh Ramadhan 2009, semoga ada hikmahnya ya..
selamat membaca :-)
Bismillah..

*****

Matahari mulai meredup ketika kami, aku dan mas Ridlo keluar dari pelataran hotel Kamil Palace - Makkah.
Niat kami sudah bulat, Bismillah.. sore ini kami berdua saja, mandiri hendak melaksanakan umroh lagi - terlepas dari jadwal umroh resmi yang dijadwalkan Travel bersama muthawwif..



Bismillah, mandiri..
semoga ALLOH berkenan memberi hikmah pada kami kali ini..
Menyusuri jalan kecil di daerah Misfalah, lokasi hotel kami yang sederhana.. akhirnya kami sampai juga di jalan raya, 200-300 meter dari lokasi Masjidil Haram..
Hmm.. jelang Asar, cukup padat.. banyak taxi dan bus yang sengaja ngetem di pinggir jalan.

Tangan mas Ridlo mendadak melambai refleks.. "Taxi.. !!"
Sebuah taxi berdecit menahan lajunya.. Begitulah, sebagaimana layaknya taxi di kota Makkah.. taxi ini pun 'hobi' melaju cepat ! :-)
Seraut wajah berkulit gelap menyembul dari jendela.. rambut kriting, dengan senyum lebar yang khas.. terbayang aura Budi Andhuk sekilas.. hehe.. saya tersenyum dalam hati..

" Miqat ? Tan'im ? " sapanya. Tentunya setelah melihat 'kostum' kami yang berpakaian ihram putih-putih, ia segera paham bahwa tujuan kami adalah masjid Tan'im, lokasi mengambil miqat yang terdekat untuk melaksanakan umroh.
"Naam.. Kam hada ?" sahut mas Ridlo.
Sejenak mereka berdua tawar menawar.
Tarif taxi pp, termasuk menunggui kami sholat sunnah & niat ihram di masjid Tan'im, disepakati sejumlah 40 real..( 1 real = 2700 rupiah ).
Hmm.. cukup mahal yaa bila dibandingkan bila kami bisa naik angkot dari depan masjidil Haram yang hanya 2 real per orang.. tapi ini untuk efisiensi waktu, juga tenaga.. supaya kami bisa segera mulai umroh n tak ketinggalan sholat berjama'ah. So,, Bismillah..

Di dalam taxi,, tak henti2nya sang pengemudi mengajak kami berbincang.
Bahasa Inggrisnya cukup jelas, nada suaranya riang dan percakapan mengalir cukup menyenangkan. Terkesan juga kami oleh kebisaannya membawakan diri. Sepertinya ia orang baik-baik.
Aseli dari Bangladesh, sudah mengadu nasib 20 tahun di kota Makkah sebagai taxi driver.. keluarganya semua ada di Bangladesh, istri dan 2 putra kembarnya yang baru menginjak usia 8 tahun.
Ia pulang 3 bulan sekali ke Bangladesh,, kecuali.. bila tidak ada biaya.. harus berhemat, katanya.. kadang sang istri yang menyusul ke Makkah sekalian berumroh..

Dalam bahasa Inggris yang gado-gado dengan bahasa Arab sederhana ia berkisah..
" Putra saya kembar laki-laki.. namanya Sakiburrahman & Hasiburrahman, Sakib & Hasib.. usia 8 tahun ini, Alhamdulillah mereka sudah 3x khatam Al Qur'an !" ujarnya penuh kebanggaan.

Sontak ia membuka dasbor taxinya dan mengeluarkan 3 lembar foto.. 2 foto putra kembarnya yang ganteng-ganteng ; si Sakib & Hasib.. dan 1 lembar foto istrinya yang, menurut saya.. sangat cantik u menjadi istrinya,, hehe.. ^_0 ( hush meii !! )

Wah,, dalam hati malu juga saya..
putranya 8 tahun 3x khatam Al Qur'an ??
Dezziiiigggggg.... !!!
duuh.. pe er niiy buat saya.. sungguh,, al ummu madrasatun ula'..

Dia bercerita.. cita-citanya membawa kedua putra kembarnya bersekolah setinggi mungkin di Saudi, InsyaALLOH tujuannya ke perguruan tinggi Madinah atau Univ Ummul Quro' di Makkah..
" sampai jenjang Doktor.. InsyaALLOH.. !"
demikian katanya berkali2..
Duuh,, terharunya saya.. berulangkali saya berpandangan dgn mas Ridlo, kami berulangkali tersenyum melihat semangatnya..

Masjid Tan'im mulai nampak.
Taxi parkir di pelataran parkir,, kami bergegas memasuki masjid untuk sholat sunnah tahiyatul masjid disambung sholat sunnah ihram.
Sementara ia setia menanti di parkiran.



Sejurus kemudian kami kembali ke taxi tsb..
taxi menderu membawa kami kembali ke kawasan Masjidil Haram.
Tak lupa talbiyah lirih kami kumandangkan..
Labbaik Allahumma Labbaik.. Labbaikallahu syarika laka labbaik.. Innal hamda wa ni'mata laka wal mulk, laa syarikalak..

" InsyaALLOH.. i pray for you both.. you will get 2 children again, twin.. boys !"
whuaaa.. ;-D
Ya deeh.. Aaameen 3x...

Intinya.. walopun ia hanya seorang supir taksi,, tapi ia ingin kedua putranya bersekolah setinggi mungkin n ia akan berikhtiar untuk itu InsyaALLOH..
" Let my boys be a doctor, aaameen.. "
and..
" Ohya.. i wish someday both of you can visit to my country.. will you go to Bangladesh ?"

Doohh.. Bangladesh ??.. nggak janji yaa pak ^_^..
tapi kami tak ingin mengecewakannya.. dan lagi siapa tahu ALLOH punya rencana di masa depan.. So, " InsyaALLOH.. "

Sebelum berpisah.. mas Ridlo sempat menanyakan namanya..
" Me ? I am Muhammad Harun Al Rasyid !" jawabnya mantap..
Suamiku tersenyum.. " we're really have something in common, i am Muhammad Ridlo ! And.. don't you realized that you're really a doctor before your sons ? Doctor Harun Al Rasyid !"
hehe..

Tawanya mengembang lepas..
Tak terasa perjalanan kami berakhir, memasuki kawasan Ajyad, 300 mtr dari King Abdul Azis Gate - Masjidil Haram, taxi harus berhenti disini - sebuah portal dan sekawanan Askar mengakhiri pertemuan kami sore itu.

Labbaik Allahumma Umratan..
Bismillah..

Oleh-oleh dari Tanah Suci,
Jelang Senja 25 Agustus 2009

6 komentar:

Bunda Nayla mengatakan...

Subhanallah...banyak banget pelajaran dari seorang supir taxi ya.
BTW udah terlaksana blm doanya untuk dpt 2 boys twin, hehehehe

Elsa mengatakan...

subhanallah...
pengemudi taksi yang menyenangkan ya. perjalanan yang singkat tapi penuh makna dan sangat berarti

banyak ngasih kita pelajaran penting.


Ah Mbak Mei, aku jadi pingin kesana lagi....
sama dengan keinginan Mbak Mei.
setiap tahun bisa ke al haramain

Alrezamittariq mengatakan...

subhanallah....

pelajaran berharga dari pengalaman....

subhanallah...Allahuakbar...bergetar hati ini membaca tulisan ini mbak...

entik mengatakan...

huh mba mei kami rasanya juga pengen banget bisa berangkat umroh..

semoga aja kami bisa umroh...

Bunda Radith mengatakan...

Luarrrr biasaaa... Insya Allah terkabul apa yg dicita2kannya, seorang supir taxi yg byk kasih kita inspirasi meski gak secara langsung.

Ayoooo.. Mbak mei, di doain dech twin boysnya :)

Marga Pahlevi mengatakan...

salam...
sering banget neh kayak nya ke tanah suci, ada pengalaman spritual pribadi ga?
tuliskan dong di sini

salam