23 Desember 2009

Sepi..

Sore ini tiba di kampus sederhana tempat saya berbagi kata seminggu sekali..
Sepi..
kemanakah teman-temanku ?
Sungguh tak terlihat seorangpun yang menungguku..

Sehari sebelumnya..
seorang rekan, sahabat, guru ananda Rayhanat..
meninggalkan kami semua..
ia masih teramat muda, belum lagi seperempat abad
ia salah satu dari mereka,
salah satu dari teman-teman saya..
sang mahasiswa..

Dari Pak Samiyono Ahmad, rekannya, keterangan sbb :
Muhammad Ilmi Wirawan
lahir di Jombang, 14 sept 1986
Alumni Pondok Modern Gontor
Mahasiswa SAS STAIDA dan mengajar di Darunnajah
Selama 3 tahun mengabdi dan mengajar di lingkungan Pesantren Darunnajah
Sakit panas/demam selama +/- 2 hari (dari klinik menduga sudah 5hari),
muntah-muntah
hasil lab ada penurunan trombosit sampai 85ribu dan Types
Hari Ahad tanggal 20
kondisinya membaik dan diperbolehkan pulang oleh pihak RS
namun panasnya kambuh kembali.
Dirawat kembali dan Senin dilakukan scan
Didapatkan suspek meningitis/radang selaput otak mungkin karna panas tinggi.
Dan DHP karna DBD yang parah.
Semoga ALLOH SWT memudahkan perjalanan beliau.. aamiin 3x ya Rabb..

Demam berdarah tak sampai sepekan telah merenggutnya..
menyisakan keterkejutan.. juga kekecewaan..
tak terbayangkan, karena saya memahami rasa seorang ibunda
bagaimana kerinduan dan harapan ayahbundanya..
ketika akhirnya hanya jasad ananda yang kembali ke pangkuan..

sungguh perjalanan yang tidak mudah Jakarta - Jombang..
Namun salah seorang sahabat menulis sebuah renungan..
Sungguh renungan yang sangat bermakna..

from Matnur Ritonga El Madanie :

ya Rabb..kami takkan pernah tahu sebenarnya kami di jalan Mu atau tidak , baik mereka yg tlah mendahului kami, yg sedang berjalan jalani hidup ini bersama kami atau mereka nanti setelah kami yg ruhnya masih dalam genggam-Mu..
Jadi, ampunilah kami atas ketidaktahuan kami ya Rabb, atas kelalaian hamba-hamba Mu ini..

Hati kami teramat sering condong atas apa-apa yang Kau ciptakan di dunia ini bukan pada-Mu Sang Maha Pencipta segalanya..
Hari ini ya Rabb.. kami diingatkan lagi atas adanya diri-Mu Sang pemilik hidup dan mati, saudara kami : M.Ilmi Wirawan berpulang kehadirat-Mu, kami segenap yg mengenal dekat maupun jauh berharap Engkau ya Rabb menempatkannya disisi Mu..

Amin ya Rabb...Amin ya Mujiib as-saailin....

Ketika akhirnya saya melangkah pergi dari halaman kampus
tetap tanpa hadirnya seorangpun dari mereka..
saya memaklumi sepenuhnya,,
mungkin rasa kehilangan..
mungkin juga keengganan..
karena tanpa terucap pun..
saya memahami betapa kebersamaan dan hari-hari lalu
merekatkan begitu erat kedekatan antar mereka..

Doa saya, dan saya percaya..
Ia, InsyaALLOH husnul khotimah..
dan akhir hidupnya takkan sia-sia..
aamiin 3x.. ya Rabb..

2 komentar:

Elsa mengatakan...

indahnya kekuatan doa....

didiet mengatakan...

setelah berusaha jangan lupa berdoa karena doa memiliki presentasi yg besar dalam menenruan keberhaslan suatu usaha