18 Oktober 2008

Banjir Air Mata..

Wuihh.. judul postinganku..

Tapi memang itu yang terjadi semalam..

Kejadiannya sebenarnya berawal dari satu kesempatan yang sudah lama dinantikan.. tapi kok ya baru kesampaian tadi malam, secara habis pulang mudik kemarin, langsung disibukkan dengan berbagai agenda - Bapak Ridlo apalagi.. belio malah langsung keluar kota n full ngantor.. sampai pulang malam melulu.. hiks..

yaah.. akhirnya.. baru tadi malam kita wujudkan sekeluarga..
sebenarnya sih nggak mau malam.. apa daya rezekinya malam hari ternyata..

tadaaa...
Nonton Laskar Pelangi di Bintaro 21, Bintaro Plaza ! ;p

Alhamdulillaahh.. kesampean.. !!

Sejak 25 September, pulang mudik lebaran kemarin, dah bergaung-gaung di benak saya.. the movie has come !!

Yak betull.. sudah jatuh cinta berat sama kisah LP tersebut sejak pertama kali dengar ceritanya lewat miss Eha n miss Sumi (belio liat di KickAndy n belum baca bukunya padahal..)

Kemudian mulai beli bukunya.. dan.. buku ke 2.. dan.. buku ke 3.., sekarang sedang harap2 cemas menantikan buku ke 4..

Realy2 love it !
Alesannya knapa jatuh cinta beneran ?

Ehm.. bicoz.. jelek-jelek gini saya pernah jadi guru lhoh.. ;p

Walopun guru play group.. guru PAUD, walo cuma mengajar 3 tahunan.. tapi bener2 aseli guru, yang hari-hari ngajar, plus nyebokkin anak murid, nggantiin baju mereka yang basah/kotor, mbersihin lantai kalo mereka muntah karena kelamaan nangis.. (hiks..), bikin materi harian bulanan tahunan, ngisi rapor, sampai nyiapin anak murid saya tampil di panggung pas family day di akhir tahun ajaran ! ;p

ssstt... playgroup saya, namanya Kelompok Bermain Islam Palem V, Alhamdulillaahh masih eksis sampe sekarang di Jl. Palem V No. 11, Petukangan Utara - Jakarta Selatan.. dan.. mayoritas murid2 kami dari golongan menengah ke bawah !
And now, after LP.. how proud i am being a teacher ! Always proud.. !!

Berikut sinopsisnya saya ambil dari 21 Cineplex :



LASKAR PELANGI

Sebuah adaptasi sinema dari novel fenomenal LASKAR PELANGI karya Andrea Hirata, yang mengambil setting di akhir tahun 70-an
Hari pertama pembukaan kelas baru di sekolah SD Muhammadyah menjadi sangat menegangkan bagi dua guru luar biasa, Muslimah (Cut Mini) dan Pak Harfan (Ikranagara), serta 9 orang murid yang menunggu di sekolah yang terletak di desa Gantong, Belitong. Sebab kalau tidak mencapai 10 murid yang mendaftar, sekolah akan ditutup.
Hari itu, Harun, seorang murid istimewa menyelamatkan mereka. Ke 10 murid yang kemudian diberi nama Laskar Pelangi oleh Bu Muslimah, menjalin kisah yang tak terlupakan.
5 tahun bersama, Bu Mus, Pak Harfan dan ke 10 murid dengan keunikan dan keistimewaannya masing masing, berjuang untuk terus bisa sekolah. Di antara berbagai tantangan berat dan tekanan untuk menyerah, Ikal (Zulfani), Lintang (Ferdian) dan Mahar (Veris Yamarno) dengan bakat dan kecerdasannya muncul sebagai pendorong semangat sekolah mereka.
Di tengah upaya untuk tetap mempertahankan sekolah, mereka kembali harus menghadapi tantangan yang besar. Sanggupkah mereka bertahan menghadapi cobaan demi cobaan?
Film ini dipenuhi kisah tentang kalangan pinggiran, dan kisah perjuangan hidup menggapai mimpi yang mengharukan, serta keindahan persahabatan yang menyelamatkan hidup manusia, dengan latar belakang sebuah pulau indah yang pernah menjadi salah satu pulau terkaya di Indonesia

Yang belum nonton.. nonton deeh.. ! Really2 recommended for all, especially.. to everybody who's really care about our children's education ! ;p

Yang jelas, film ini mengharu biru perasaan saya.. kebetulan juga, saya nonton bawa rombongan serumah ! Diangkut semua, termasuk Razna n teteh yang momong Razna ikut juga - secara si teteh ini diam2 penasaran dengan LP yang lagi jadi buah bibir dimana-mana.. ;p

Betapa air mata saya seperti air bah yang tak terbendung..
Dimulai sejak adegan Lintang pertama kali datang bersepeda ke SD Muhammadiyah, saya sudah berlinang-linang.. melihat betapa kuat keinginannya untuk sekolah walopun jarak sekian kilometer dan perjalanan penuh tantangan yang harus dijalaninya setiap hari..
Kemudian saat bu Mus berteriak dengan berbinar-binar akan kehadiran Harun sebagai siswa ke-10 sang penyelamat.. saat adegan karnaval.. saat pak Harfan berpulang ke Rahmatullah.. saat bu Mus menjahit kemeja untuk murid-muridnya.. saat SD Muhammadiyah berjuang memenangkan piala cerdas cermat dengan gemilang.. saat Lintang pulang senja hari kerumah disambut sang adik.. "Bang.. ayah belum balik dari laut.. "

Air mata saya tak terbendung.. tak tertahankan.. belum pernah saya seterharu ini menyaksikan film yang begitu menggugah perasaan.. juga spirit !! (sesudah Children of Heaven)..

Nilai yang saya dapatkan, yang utama adalah : Keikhlasan !
Betapa keikhlasan bisa mewarnai jalan hidup seseorang.. keikhlasan dapat menempa setiap orang untuk maju, berhasil, menyelesaikan semua masalah, tantangan, hambatan.. karena nilai keikhlasan hanyalah upaya meraih ridlo ALLAH SWT, tidak mengharapkan pamrih apa pun..
Betul-betul suatu keluhuran yang sangat dapat dipertanggungjawabkan !

Keluar dari bioskop, satu kata mutiara dari Pak Harfan terus terngiang-ngiang di telinga dan memenuhi benak, pikiran dan hati saya.. " Hiduplah untuk banyak-banyak memberi, bukan untuk banyak-banyak menerima.. "

Lalu..
Saya bertanya pada diri sendiri..
Sudahkah saya memberi sebanyak saya menerima ?
Sudahkah saya berusaha memberi sebanyak saya ingin menerima ?
Sudahkah saya betul-betul berusaha menjadi manusia yang terbaik.. manusia yang bermanfaat untuk sesamanya ?..

Lantunan istighfar segera terucap.. berulangkali..
Hati saya menghangat.. mata saya terutama.. kembali berlinang air mata..
Seiring dengan soundtrack 'Laskar Pelangi' dari NIDJI yang menutup film tersebut.. saya berbisik pada diri sendiri..
"Aaah.. saya selalu bangga pernah menjadi seorang guru !"

09 Oktober 2008

Idul Fitri 1429 H

Assalamu'alaikum semuanya..
Maafkan bila saya terlalu lama menghilang..
Mohon maaf Lahir Batin untuk semuanya ya.. maafkan semua salah dan khilaf saya, juga bila ada perbuatan yang kurang berkenan..
hiks..
Mudik ceritanya..
Setiap tahun, mudik jadi agenda wajib, berlebaran di kampung halaman.. kebetulan, saya dan bapak Ridlo berasal dari 1 kota.. Ponorogo, cuman beda desa.. kalo Bapak Ridlo dari desa Gontor, saya dari desa Babadan.
Yang jelas kami sama-sama wong deso.. ;p
Ibu mei berpose di depan masjid.. Mohon maaf lahir batin untuk semuanya !

Siap-siap berangkat ke masjid.. Razna (kanan) foto bersama keponakannya, Hilya (kiri).. Waah.. kecil-kecil dah jadi tante Razna lhoo ! ;p

Sedikit heboh menggiring 'pasukan' ke tempat sholat Ied.. ;p


Senyuman The Ridlo's Family.. Sesaat sesudah sholat Ied, di depan masjid Pondok Modern Darussalam, Gontor - Ponorogo

Alhamdulillah.. hari ini Idul Fitri !

Ziarah ke makam bapak mertua, Alm. Imam Zarkasyi, beserta seluruh keluarga besar - agenda wajib tiap tahun..

Sedikit foto-foto yang merekam kejadian penuh hikmah, silaturrahim Idul Fitri 1429 H.

Semoga kita mendapatkan hikmah, rahmat dan barokah NYA.. semoga, kita masih diperkenankan jumpa Ramadhan tahun depan..

Aaameen.. ya Rabbal Alameen..

Perjalanan Menuju Hikmah

Alhamdulillaahh..


Setelah 8 hari, menunaikan ibadah umroh, ziarah ke Madinah al Munawwarah, termasuk (he.. ;p) thawaf keliling Corniche - Ballad, Jeddah.. plus berjam-jam terbang dalam perjalanan pulang n pergi, akhirnya Bapak Ridlo kembali ke tanah air, berkumpul kembali bersama kami !



Ekspresi khusu' si Bapak sejak awal keberangkatan.. sudah di stel jauh2 hari tentunya !


Diantar oleh istri tercinta sampai airport Cengkareng.. hiks.. ^pengen ikut mode on^


Makkah al Mukaramah.. terus disempurnakan oleh pemerintah Saudi untuk maksimalisasi kenyamanan ibadah.. yad, radius 500 - 1 km dari Masjidil Haram, tidak akan ada bangunan, dan InsyaAllah akan dilakukan penghijauan besar-besaran.. Wallahualam !


Di makam para syuhada..


Teteub kompak bersama Bapak Pandu ! ;p


Bersama sang muthawwif, H. Koko Liem. Subhanallah.. ALLAH SWT memberikan hidayah pada hambaNya yang aseli keturunan tionghoa ini !


Sesaat di airport Jeddah bersama teman2 jama'ah lainnya sebelum terbang kembali ke tanah air


Alhamdulillaahh.. berkumpul kembali bersama keluarga ! btw, foto ini hasil jepretan Rania lho ! ;p


Senaanngg.. dan legaa.. dan terharuu..

Bapak keliatan sumringah, tenang, sorot matanya bertambah teduh.. (ehm..), dan pastinya makin bersyukur pada Allah SWT atas segala nikmat dan barokahNya.

Pastinya, semuanya didoakan.. saya, Rayhanat, Rania, Razna..
Doanya juga untuk kami, selamat dunia akhirat, husnul khotimah kelak.. sukses dunia akhirat, ahli harta, ahli ilmu ahli surga..

Juga nggak lupa berdoa supaya segera kembali lagi ke tanah suci, bersama saya tentunya...

Aaameen.. ya Rabbal Alameen..