01 Agustus 2008

Curhat

Assalamu'alaikum semua..

Curhat ni ya.. weekend-weekend curhat..

Ada kejadian minggu ini yang memberikan saya pelajaran berharga.. tapi memang tak lepas sedetikpun kehidupan kita tanpa hikmah dari Nya..

Cuma, sebagai manusia biasa saya mulanya agak shock juga.. saking kepikiran dan kagetnya.. badan langsung sakit semua.. apalagi hubungan masalah ini berkaitan dengan orang tua.. Mamaku dan kakakku yang dibuat kecewaa.. betul-betul kecewa oleh orang yang (tadinya) ku anggap teman baikku.


Alhamdulillah.. ternyata ALLAH membukakan mataku sebetulnya seperti apa sih kepribadiannya.. attitude-nya, sampai dimana kebijaksanaannya mengakomodasi suatu masalah.. juga sejauh mana cara dia menghormati dan menghargai Mama dan kakakku dalam suatu penyelesaian masalah..
Sehingga dimasa yad, saya bisa lebih berhati-hati pada dia..

Sebetulnya juga.. jauh-jauh hari.. kira-kira setahun yang lalu ALLAH sudah memberi pertanda pada kami.. bagaimana kepribadiannya.. baik dari sms-sms tentang bisnis lembaga dengan perusahaan Mama.. yang dia kirim ke Mama..

Ketika kami menunjukkan isinya pada kakakku, jg kakak iparku.. mereka spontan geleng-geleng kepala..

"Kalo teman baik masak seperti ini bunyi smsnya ? Di kirim ke teman saja sedikit mengusik perasaan.. apalagi dikirim ke Mama yang orang tua.. jelas ini menyakitkan hati.. "

Tapi Mama masih bersabar..
"Nggak papa ndukk.. kesabaran Mama sedang di uji.. biar dia berbuat begitu, mudah-mudahan Gusti ALLAH memberi hikmah padanya.. "

Tapi ternyata dia belum berubah..
Entah bagaimana dia mensikapi suatu masalah, harusnya sebagai yang muda.. dia datang sowan pada Mama, minimal untuk cross check bagaimana sih duduk perkara sesungguhnya.. dan.. walaupun keputusan yang di ambil sudah final.. paling tidak ada komunikasi lewat telpon

Tetapi..
Saya beri masukan lewat sms pun.. ttg kemungkinan duduk perkara yang sesungguhnya, tau nggak jawabannya ?

" Lebih baik kita tidak saling menyalahkan. Tidak ada orang yang sempurna. Memang kami perlu koreksian dari orang2 dan kalo ada yang mengingatkan kami malah SANGAT BERTERIMAKASIH bukan malah mencari-cari kesalahan orang yang mengingatkan... "

Intinya.. dia tidak mau dikoreksi.. laporan yang masuk hanya diterima dan ditelan dari satu pihak.. tanpa berusaha mencari informasi dari pihak yang lain..
Memang, hubungan kami ini hubungan bisnis.. hubungan bisnis antara lembaga teman saya tadi dengan perusahaan Mama saya.


Kebetulan, saya akui kesalahan awal memang pada sikap kakak saya.. yang nggak sabaran menunggu bila jatuh tempo pembayaran.. lalu kadang bersikap yang tidak nyaman bagi stafnya.. Ternyata kali ini hal tersebut tidak bisa 'ditolerir' lagi oleh lembaganya.

Padahal, sebagai lembaga mereka sering tidak profesional.. pembayaran sering molor, seringkali kakak saya yang mewakili perusahaan, sedikit 'dibohongi' bahwa transfer pembayaran sudah masuk.. tapi ketika di cek, di rekening NIHIL ! Padahal barang sudah dikirim dan dinikmati lembaganya seminggu yang lalu..

Lembaga mungkin lupa, kami ini pengusaha kecil, modal kecil, untung tidak seberapa, niat awal hanya membantu pengadaan barang karena Mama memandang bahwa (awalnya) dia itu teman baik saya..

Tapi dia malah mengirim sms dengan kata-kata begini.. :
"Perlu diketahui juga, lembaga bukan hanya kerjasama dengan perusahaan Mama, tapi dengan banyak supplier. Jadi pembayaran juga ngantri.. Mudah-mudahan hubungan lembaga dengan keluarga sampeyan tidak berantakan hanya gara-gara masalah duit. "

Menurut saya, bila dia menghargai pertemanan kami.. dia tidak melontarkan kata-kata
hanya gara-gara masalah duit !

Menurut saya, itu kata-kata yang sensitif dan nggak pada tempatnya di utarakan , sedikit kasar rasanya.. apalagi urusan ini menyangkut hubungan dengan Mama dan perusahaannya..

Ketika saya sampaikan semua isi smsnya pada Mama, beliau berkata :


"Biarkan dia bertindak seperti itu, Gusti ALLAH tidak tidur.. dia sudah membuatku kecewa.. belum pernah dari sekian customerku ada kejadian seperti ini.. apalagi dia itu teman baikmu yang sebelumnya sudah kuanggap anak sendiri..

Sejak tahun lalu dia sms banyak hal tentang masalah yang sama, dia tidak pernah datang menemuiku untuk membahas masalah tersebut.. sampai akhirnya hubungan bisnis terjalin lagi.. sampai hari ini.. dan hari ini dia selesaikan semua.. hanya mengirim stafnya dan surat pemutusan hubungan kerja.. tapi tidak datang bersilaturahim dengan ku..

Aku ini orang tua.. bila lembaga tidak berkenan melanjutkan kerjasama, tidak masalah bagiku, karena bagi kami rizki itu ada dimana saja.. tapi dia.. sikapnya itu tidak menghargai orang tua.. Biar sajalah.. aku terima semuanya.. Semoga ALLAH memberi pelajaran padanya.. tapi yang jelas aku kecewa... "

Awalnya ketika hubungan bisnis terjalin, terjalin pula pertemuan.. Mama diundang datang pertemuan bertempat di lembaganya. Duduk ber 3: Mama, teman saya itu (sebagai wakil dari lembaga) dan pihak ke 3 (sebagai wakil produsen). Awal yang baik dan silaturrahim yang bagus.. sebagaimana layaknya kebiasaan yang berlaku pada umumnya..

Sekarang ?
Langsung.. selembar surat.. selesai !!


Saya bilang pada Mama, salahnya kita hidup di Indonesia.. yang masih pake adat unggah ungguh.. hubungan bisnis pun masih pake budaya sungkan, apalagi kalo dengan orang tua.. wah, budaya sowan masih umum lhoo..

Saya berharap.. suatu hari bila dia baca blog saya, tergerak hatinya untuk sowan pada Mama saya paling tidak sekedar menunjukkan dia punya sopan santun pada orang tua dan masih menghargai Mama saya, mengingat dulu ketika awal kerjasama pun pertemuan dan kesepakatan terjalin antara 3 pihak.


Memang tidak akan merubah surat PHK nya, kami juga tidak berminat untuk meneruskan kerjasama lagi ! Trauma malah, setelah merasakan perlakuan dan model kerjasama lembaganya selama ini terhadap perusahaan Mama. Lagipula dari keluarga kami termasuk saya, kami keberatan meneruskan kerjasama ini..

Lagipula, lembaga nya itu memang tidak pernah mau mendengar informasi dari luar.. apalagi konfirmasi. Bila ada masalah yang mereka tidak lagi mau/bisa mengakomodasi, kami cukup diberi ucapan terima kasih, dan mohon maaf bila tindakan mereka dirasakan tidak berkenan..

Sebetulnya pun itikad Mama menerima kerjasama tersebut semata-mata hanya untuk membantu pengadaan barang di lembaganya, untung besar juga tidak.. malah sering makan hati juga karena sistem pembayaran yang sering berlarut-larut dan tidak profesional..

Kadang saya tidak habis pikir.. sebagaimana dia juga masih punya orang tua, bagaimana bila ada orang lain yang memperlakukan orang tuanya sebagaimana dia memperlakukan Mama saya ?


Padahal sebetulnya dia itu bukan orang lain bagi kami.. dan sebetulnya (menurut saya lho yaa..) Mama juga sering membantu memberikan sumbangan pemikiran pada teman saya itu bila ia sedang ada masalah..
Ironis yah.. bagaikan air susu di balas dengan air tuba..

Tapi seperti kata Mama, memang melakukan segala sesuatu itu harus ikhlas.. supaya bila ada apa-apa tidak ditimbang-timbang untung ruginya..

Walllahualam bissawab.

Mudahan ALLAH senantiasa memberi rahmat dan barokahNya untuk Mama saya dan kakak saya, juga untuk kami sekeluarga, Aameen...



3 komentar:

1001link mengatakan...

mesti sabar bu..., sabar bukan untuk mengalah tapi untuk nrima kejadian dengan hati ihlas entah sebagai cobaan ataupun takdir. "Apabila sesuatu yang kau senangi tidak terjadi, senangilah apa yang terjadi." AGAR KITA BISA SELALU BERSUKUR.

dee mengatakan...

sabar ya mba meitria..
lagi kena musibah ya..
anggap aja sbg pelajaran, jadi nantinya mba en kel bisa lebih hati2.. salam kenal ya..

Nad mengatakan...

Pasti ada hikmah di balik semua peristiwa. Sabar ya, Mbak.