13 Juli 2008

Banjarmasin With Pleasure.. ;p

Alhamdulillah.. kami sekeluarga berkesempatan liburan ke Banjarmasin.. disana ada Bude Mimin, mbakyunya Bapak Ridlo yang menikah dengan tiang asli Banjar, Pakde Bambang Alamsyah.

Akhir-akhir ini Bude Mimin sebetulnya lebih banyak mondar mandir Banjarmasin - Kuala Lumpur secara beliau sedikit lagi menyelesaikan study S2 nya, Islamic Studies di University of Malaya.. (InsyaAllah Agustus wisuda, Aameen..)

Tapi kok ya kebetulan, liburan kali ini beliau pas sedang banyak waktu di Banjarmasin.. sudah rejeki kami sekeluarga niihh.. ;p

Liburan.. lumayan erat hubungannya dengan oleh-oleh.. ;p.. jangan lupa lhooh, Banjarmasin punya seabreg, (baca : buannyaaakkk..) alternatif oleh-oleh..

Salah satunyaa.. : gini deeh,.. secara lately banyak orang ibukota tergila-gila pakai baju batik, gimana kalo kita coba.. the other side of batik (juga), yaitu .. Batik Banjarmasin, alias Sasirangan !

Warnanya asli cuantiik-cuantiik !! .. Giliran Bapak Ridlo deehh yang ngeborong 3 potong bahan hem untuk dirinya sendiri.. hehe.. Lhah, bu Mei tumben ? Still kalem dulu.. padahal ada hal lain yang lagi diincer.. sst.. ngintip dompet dulu aah.. beli Sasirangan mah secukupnya aja.. (buntutnya nii.. yang gawat !!)..

Kalo buat pesen berlian Banjar cukup gak yaaa.. ?.. Heeeh.. Gubbraakkkss.. !!!! ;p.. ;p..


Yang menarik lainnya dari Banjarmasin.. keunikan Jembatan Barito ! Subhanallah.. baru kali ini saya lihat sungai sebesar & seluas itu dengan mata kepala sendiri.. dan antara 1 daratan dengan daratan lain dihubungkan oleh jembatan nan megah, Jembatan Barito..

Jembatannya megah, konstruksinya tampak kokoh dan kuat dengan panjang hampir 1/2 km.. warnanya kuning cerah, seperti warna bergok saya.. hehe..;p


Inilah kediaman Pakde Bambang dan Bude Mimin.. unik yah ! Alhamdulillah, rezeki beliau bisa menjadikan 2 kavling rumah digabung menjadi 1 - connecting house (Allah memberi kemudahan, secara niatannya yang 1 rumah khusus untuk kegiatan pengajian, dan terlaksana hingga saat ini)..

Arsiteknya Pakde Bambang sendiri yang memang arsitek.. ;p, desainnya seperti rumah adat khas Banjarmasin, luar maupun dalam ! Rumah yang dicat ungu putih ini, terasa hangat menerima kedatangan kami sebagaimana keikhlasan yang terpancar dari sang empunya..

Ohya, lokasi rumah cantik ini di daerah Kayu Tangi - Jalur II, tidak jauh dari Universitas Lambung Mangkurat - di jantung kota Banjarmasin..

Kalau ini tidak sengaja terekam kamera.. tidak terlalu berhubungan dengan konsep cerita perjalanan.. tapi lucu dijadikan pelengkap.. hehe.. profil bocah kecil yang penuh percaya diri, mengantri di antara penumpang pesawat di airport Syamsuddin Noor - Banjarmasin.. ;p
I love you my dear Razana !!



Kami sempat mampir di pasar terapung yang unik dan bikin penasaran..
Ohyaa.. laper euuuyy.. speed boat kami mendatangi perahu yang khusus menjual teh, kopi, serta wadai (kue-kue) khas Banjarmasin, ada juga nasi kuning bungkus dengan lauk telur balado, atau ikan haruan bakar yang khas.. hmm..

Paman penjual hanya melayani membuatkan teh dan kopi, juga menjual rokok.. untuk mengambil wadai/kue, dll.. pembeli diberikan semacam pancing yang berkait tajam dan boleh langsung 'memancing' wadai atau apa saja yang diinginkan.. ;p
Pasar ini betul-betul mencerminkan budaya masyarakat Banjarmasin.. penjual disini tua muda segala usia, laki-laki dan perempuan, semua berjualan dengan perahu dayung atau speed boat..

Salah satu sebab kenapa pasar tradisional di Banjarmasin baru buka jam 8 pagi.. karena, para pedagang berjualan dulu di pasar terapung sejak dini hari.. sesudah matahari terbit barulah mereka mendayung perahu mendatangi pasar-pasar dalam kota.. Btw, transportasi lewat air/sungai masih sangat umum di kota ini..

Kesungguhan dan semangat di wajah-wajah mereka yang berkilau terbakar matahari, menghangatkan hati saya oleh rasa haru dan rasa syukur yang mendalam, betapa Allah SWT masih memudahkan kehidupan kami, masih meringankan langkah kami, dan betapa kami masih sangat sedikit bersyukur pada-Nya, masih sering alpa untuk menjalankan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya..


Alhamdulillah sudah merapat lagi ke dermaga di kota Banjarmasin.. Dekat dermaga ini ada sebuah perkampungan yang usianya ratusan tahun dan penghuninya masih merupakan keturunan Sultan Suriansyah..
Sultan Suriansyah adalah raja Banjarmasin yang masuk Islam karena dibantu oleh kerajaan Demak (Raden Patah) untuk memenangkan Perang Saudara. Di perkampungan ini terdapat makam Sultan Suriansyah, juga mesjid pusaka yang konon sudah berusia ratusan tahun.. sayang ya lupa ambil fotonya.. ;-(



Ohya.. oleh paman pengemudi speed boat, kami disempatkan untuk dibawa ke Pulau Kembang - surganya sekawanan monyet yang hidup dan berkembang biak dengan suburnya di pulau tersebut. Semua pengunjung diperingatkan untuk berhati-hati terhadap barang bawaan, karena monyet-monyet yang ada di sana sangat agresif.. terutama terhadap pengunjung yang membawa makanan..
Ada beberapa penjual kacang kulit untuk makanan para monyet.. bahkan paman pengemudi speed boat sebelum berangkat dari dermaga tadi sempat membawa setandan pisang kepok yang kemudian dibagikan pada monyet-monyet tersebut begitu kami merapat ke Pulau Kembang !

Pelajaran berharga buat saya, bahwa sang pengemudi speed boat yang sangat sederhana itu pun mau berbagi dengan mahluk ALLAH SWT.. Subhanallah !


'Gunung-gunung' batu bara di atas tongkang kayu raksasa. Nilainya bisa mencapai milyaran rupiah secara 1 gunungan saja bisa berasal dari hampir 100 buah truk pengangkut pasir ukuran sedang/besar (?).. Betapa kayanya tanah tumpah darahku.. seandainya KKN tidak merajalela di bumi pertiwi ini.. ;-(

Kata pakde Bambang : Tongkang itu 'hanya' melewati Banjarmasin, tiada mampir.. sehingga orang-orang Banjarmasin tidak sekaya masyarakat ibu kota yang menguasainya.. ;p.. Wallahualam bissawab..

Ini mesjid yang megah di kota Martapura. Bapak Ridlo dan Pakde Bambang sholat jum'at disini.. sudah itu ganti ibu-ibu yang sholat Lohor.. Interior luar dan dalam mesjid terkesan terinspirasi oleh Masjid Nabawi di Madinah al Munawwarah..

Naah.. ini dia, baru datang sudah langsung ditraktir makan soto Banjar Pak Amat di pinggir sungai.. sungai apa ya ? Kota Banjarmasin memang dikelilingi sungai.. hmm.. kok ya jadi lupa nama sungainya siih.. Yang jelas soto banjar siang itu benar-benar yummy.. ;p !

Dan yang bikin daku seneeng banget sekaligus lega : ternyata anak-anakku, dalam liburan kali ini doyan banget makan soto ! (ehm.. secara lebih gampang nyarinya dan juga lebih ekonomis daripada makan satee.. hihihi.. ^ngirit dot com^..)


Ini foto Bude Mimin dan Pakde Bambang waktu menyambut kedatangan kami di airport..

Btw beliau berdua dikaruniai sepasang putri-putra.. Nisa Marissa dan Sulthan Zakariya.. keduanya sedang merantau menuntut ilmu di pulau Jawa.. di Pondok Modern Darussalam - Gontor, Ponorogo.. Jadi kedatangan kami dengan pasukan krucil tentu membuat (sedikit/atau malah banyak ? hehe..) kehebohan di kediaman beliau yang senantiasa adem ayem.. ;p

Tak lupa kami haturkan banyak terima kasih pada beliau berdua, yang rela meluangkan waktu, tenaga, pemikiran & nasehat sehingga banyak hikmah yang kami dapat, sampai ke oleh-oleh yang disediakan gratis.. tis.. untuk keluarga Jakarta.. hiks..

Jazakumulloh khoiron katsiro.. Semoga ALLAH SWT membalas dengan kebaikan dan rahmat yang berlipat ganda, Aaaameeen..


5 komentar:

Nunik 'n Family mengatakan...

waaaah Banjarmasin: sahabat sasirangan, martapura, kayutangi, unlam, soto banjar, jembatan barito, bandara syamsuddin Noor, wadai, nasi kuning, haruan bakar.
Kangeeeeeeen.

Jeng Batique mengatakan...

halo Mei... akhirnya mampir juga ke blogmu.. Ak pernah tinggal di Banjarmasin 3,5thn, waktu SMP dulu (jadul abesss..) yang paling mengesankan, MAKANANNYA boooo.. enak bgt! gulai habang, bebek habang, haruan bakar, tupat kandangan.. wah banyak bgt!!!
Pengin ke sana lagi. Masih banyak teratai g seh?

retma-haripahargio mengatakan...

Waaa.. yg abis jalan2. Senengnya.... btw, buw... kok gak ada potonya batik banjarmasin yah? hehehe. Penasaran gituw, kayak apa wujudnya.

Ersis WA mengatakan...

Ya ya selamat ya, Banjarmasin? Ya, ya, reportase yang bagus. Salam.

Yasmith Corp. mengatakan...

menurt bapak/ibu banjarmasin indah gak?

saya tinggal disitu

www.yasmithcorp.blogspot.com